Yehezkiel 23

Kita Perlu Bertobat dan Mengaku Dosa

24 Juni 2022
Pdt. Sumito Sung

Begitu seekor lobster ditangkap oleh seorang nelayan, nasibnya sudah pasti: diletakkan di panci masak, dibumbui, lalu diletakkan di piring untuk dimakan. Namun, Fiona adalah pengecualian. Fiona adalah lobster kuning langka yang ditangkap pada tahun 2009 di lepas pantai timur Kanada. Satu dari 30 juta Fiona tidak akan dimasak, tetapi akan tinggal di sebuah tangki sebuah restoran, tempat pemilik restoran berharap untuk menarik banyak pelanggan baru. Walaupun lobster kuning mungkin bisa lolos dari panci masak, para pemimpin Israel tidak bisa lolos.

Bacaan hari ini berisi nubuat yang disampaikan menjelang kehancuran Yerusalem dan Bait Suci pada tahun 586 BC. Pasal 23 terdiri dari dua bagian: Pertama, perumpamaan tentang dua perempuan bersaudara yang menjadi pelacur (23:1–21), yang melambangkan umat Israel Utara dan umat Yehuda. Penyembahan berhala dan aliansi politik dengan negara-negara non-Yahudi merupakan wujud ketidaksetiaan kepada Allah. Mereka seharusnya mengandalkan Allah dan hanya menyembah Dia saja. Sebaliknya, ketidaktaatan mereka diungkapkan melalui nafsu cabul tanpa pandang bulu dari kakak beradik itu. Kedua, eksposisi tentang penghukuman Allah yang adil atas Israel dan Yehuda (23:22-49). Cawan murka Allah telah penuh. Mereka tidak punya alasan untuk menghindari hukuman Allah karena mereka memilih kejahatan, walaupun mereka mengerti sepenuhnya hukum dan karakter Allah.

Pasal ini memakai bahasa yang vulgar untuk mengungkapkan kemuakan yang luar biasa. Perhatikan hasrat Nabi Yehezkiel untuk menghormati TUHAN dan kemarahannya atas perzinahan rohani yang dilakukan umat Allah. Pemakaian istilah-istilah vulgar itu memperlihatkan betapa menjijikkannya perilaku umat Allah yang mendatangkan murka Allah itu. Melalui nubuat berikutnya--yang disampaikan melalui Nabi Yehezkiel--tentang penghukuman yang akan datang, TUHAN terus-menerus mendesak umat Israel agar mengaku dosa dan kembali pada-Nya. Sebagai orang Kristen, kita memiliki hak istimewa untuk mengaku dosa. Jika kita menganggap diri kita tidak berdosa, kita mempermainkan atau menipu diri sendiri. Pekerjaan pengudusan Allah dalam hidup kita belum selesai. Sadarkah Anda bahwa pengakuan dosa perlu menjadi disiplin rohani yang teratur? Yakinkah Anda bahwa jika Anda mengaku dosa dan bertobat, Anda akan menikmati pengampunan TUHAN dan Anda akan kembali berjalan dalam terang-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design