Yehezkiel 22

Apakah TUHAN Akan Menemukan Orang Benar?

23 Juni 2022
Pdt. Sumito Sung

Yehezkiel 22 mengulang atau menjelaskan dosa-dosa yang menjadi alasan penghukuman. Dibandingkan dengan pasal 20 yang meninjau kesalahan orang Israel sepanjang sejarah mereka, kecaman di pasal 22 dibingkai sebagai kasus pengadilan terhadap generasi saat itu, terutama terhadap para pemimpin. Dosa mereka sangat luas: penyembahan berhala, penyalahgunaan kekuasaan, kekerasan atau pertumpahan darah, fitnah, penodaan hari Sabat, amoralitas seksual, penyuapan, serta bentuk-bentuk ketidakadilan sosial dan pemanjaan diri lainnya. Pemimpin seharusnya melayani, bukan memangsa orang lain demi keuntungan pribadi. Imam seharusnya melayani Tuhan, bukan memimpin jalan ke altar berhala. Tungku penghukuman Allah akan membakar dosa-dosa tersebut dan menyucikan umat-Nya (22:18-22).

TUHAN menginstruksikan Nabi Yehezkiel untuk mengingatkan penduduk kota berdarah Yerusalem tentang semua kekejian mereka. Yerusalem berdarah karena semua darah yang ditumpahkan oleh penduduknya, darah orang-orang yang tidak bersalah. Menumpahkan darah adalah pelanggaran utama Yerusalem, dan itu berakar pada penyembahan berhala. Praktik penyembahan berhala yang telah diadopsi oleh umat TUHAN diikuti oleh praktik-praktik keji, termasuk pengorbanan manusia. Setiap kali manusia mengabaikan kehendak TUHAN yang telah diwahyukan, kejahatan--termasuk kekerasan dan pertumpahan darah--akan mengikuti.

Kata ‘darah’ atau ‘mencurahkan darah’ yang disebut tujuh kali (22:1-16) merupakan ciri kejahatan terhadap perjanjian Allah yang telah terjadi secara rutin di Yerusalem. Kata-kata tersebut menunjuk pada kerugian atau luka yang disebabkan kelakuan para penguasa di Yerusalem terhadap mereka yang tidak memiliki kekuasaan, termasuk orang miskin, orang sakit, orang yang tidak berpendidikan, dan sebagainya. Makna ‘darah’ dan ‘mencurahkan darah’ juga bisa dipandang secara luas sebagai mencakup ‘kekerasan’ atau ‘keji.’

TUHAN mencari orang yang benar dan yang peduli terhadap kesejahteraan Yerusalem. Akan tetapi, Ia tidak menemukannya (22:30). Apakah Anda sudah bertindak benar? Sebagai pengikut Kristus, apakah Anda berdiri di tengah-tengah untuk negara ini? Apakah Anda telah ikut mendoakan bangsa dan negara beserta para pemimpinnya?

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia.
2. Guru-guru Kristen di Sekolah Negeri.
3. Komisi Kaleb di GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design