Yehezkiel 18

Bertobatlah, Mengapa Harus Binasa!

19 Juni 2022
Pdt. Sumito Sung

Dawson Trotman, saat masih muda, adalah seorang berandal. Dia pandai bergaul, senang kebut-kebutan, dan senang berpesta. Suatu hari, dia ditangkap polisi karena mabuk, tetapi dilepaskan setelah berjanji untuk hidup lebih baik. Dia benar-benar menyesal! Di hari Minggu berikutnya, ia menghadiri pertemuan kaum muda (Christian Endeavour) di gereja. Saat itu, mereka berencana mengadakan lomba menghafal ayat Alkitab di minggu selanjutnya. Ayat yang dihafalkan menyangkut masalah keselamatan. Dia menghafal ayat dengan serius dan ayat hafalan sangat mempengaruhi hidupnya. Saat merenungkan Yohanes 5:24 dalam perjalanan ke tempat kerjanya, ia memohon agar Tuhan Yesus memberi hidup kekal kepadanya. Pada tahun 1934, ia memulai pelayanan The Navigators, sebuah organisasi pelayanan pemuridan.

"Bertobatlah, supaya kamu hidup!" (18:32) adalah pesan Allah yang sangat penting menyangkut keadilan dan penghukuman. TUHAN tidak senang menghukum orang jahat, dan Ia siap mengampuni setiap orang yang berpaling kepada-Nya (18:21-23). Itulah salah satu prinsip utama Yehezkiel 18. Hukum moral Tuhan dilunakkan oleh kelembutan belas kasihan-Nya. Hati dan roh yang baru bukanlah hasil usaha manusia, tetapi pemberian TUHAN. TUHAN siap memberikannya kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya (18:31).

Bacaan Alkitab hari ini menegaskan bahwa kita harus memikul tanggung jawab atas pilihan kita. Nabi Yehezkiel menyampaikan prinsip "orang yang berbuat dosa, dialah yang akan mati" (18:4). Apakah prinsip tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan bahwa kesalahan seseorang akan berdampak pada anak, bahkan sampai keturunan ketiga dan keempat? (Keluaran 20:5)? Alkitab mengajarkan tanggung jawab pribadi maupun tanggung jawab kelompok. Akan tetapi, yang ditekankan di sini adalah tanggung jawab pribadi karena orang Israel menggunakan ketentuan penghukuman Allah sebagai alasan sinis untuk melanjutkan cara-cara ketidaktaatan mereka (Yehezkiel 18:2), padahal Allah memanggil mereka untuk bertobat dan memperoleh hidup.

Bacaan Alkitab hari ini (18:5-9) melukiskan potret seorang yang benar, yang bertekad untuk berlaku adil, menyembah satu Allah yang benar, dan setia dalam pernikahannya. Dia tidak memeras orang miskin, tetapi bermurah hati terhadap mereka yang perlu bantuan. Dia mematuhi perintah Tuhan, sehingga ia mewarisi kehidupan. Bagaimana dengan diri Anda jika dibandingkan dengan orang seperti itu?

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia.
2. Guru-guru Kristen di Sekolah Negeri.
3. Komisi Kaleb di GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design