1 Tawarikh 10

Awal Yang Baik, Akhir Yang Buruk

11 Januari 2022
GI Tommy Chendana

Sangat disayangkan bila usaha yang dilakukan di awal dengan baik berakhir dengan tragis. Inilah yang terjadi pada Saul, raja pertama Israel. Saul adalah raja pilihan Tuhan, tetapi dia dipilih atas kehendak orang Israel yang meminta seorang raja. Tuhan memenuhi harapan mereka dengan memilih Saul, seorang yang mempunyai latar belakang keluarga yang sederhana dari suku Benyamin, suku terkecil di Israel. Bahkan, kaum keluarganya pun termasuk yang terkecil dan paling hina di antara kaum-kaum suku Benyamin (1 Samuel 9:21; 10:1). Meskipun demikian, bagi orang Israel, kesan pertama sangat menggoda mereka. Semua terlihat baik dan sempurna. Saul mengawali panggilannya sebagai raja pertama Israel dengan gemilang, namun berakhir dengan kematian yang tragis karena ketidaktaatannya kepada Tuhan.

Di pasal ini, penulis Tawarikh mengisahkan peristiwa kematian Saul dan ketiga anaknya, Yonatan, Abinadab, dan Malkisua dalam peperangan melawan bangsa Filistin. Ada dua pesan penting yang hendak disampaikan penulis Tawarikh dari kisah ini, yaitu: Pertama, Allah menyatakan bahwa kerajaan Israel adalah milik-Nya. Kematian Saul merupakan hukuman Allah atas dirinya. Saul telah gagal total karena ia berlaku tidak setia terhadap Tuhan, ia tidak berpegang pada firman Tuhan, dan bahkan telah meminta petunjuk arwah orang mati, tidak meminta petunjuk Tuhan (1 Tawarikh 10:13-14a). Jadi, kematian Saul jelas merupakan tindakan Tuhan, sekaligus merupakan pengingat akan kedaulatan Tuhan atas Israel dan atas semua bangsa. Kematian Saul bukanlah usaha kudeta yang dilakukan oleh Daud. Daud berlaku taat dan setia kepada Tuhan. Ia percaya bahwa pada waktunya, Allah sendirilah yang akan mengangkatnya menjadi raja atas Israel menggantikan Saul. Kedua, Allah mengungkapkan peralihan kepemimpinan kerajaan Israel dari keluarga Saul kepada keluarga Daud. Tuhan memilih Daud untuk memulihkan kembali hal-hal yang telah dirusak dalam pemerintahan Saul agar mereka berlaku setia kepada Tuhan (bandingkan dengan 2 Tawarikh 15:13).

Kisah kematian Saul mengingatkan kita akan konsekuensi dosa yang harus kita terima jika kita berlaku tidak setia terhadap Allah, tidak taat pada firman-Nya, serta mengandalkan kuasa lain. Sudahkah Anda taat sepenuhnya pada firman Tuhan atau Anda masih bergantung pada hal-hal lain di luar Dia?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design