Amsal 23

Kepuasan dan Rasa Cukup Kehidupan

30 November 2021
GI Fernandes Lim

Menghentikan kereta yang sedang berjalan dengan kekuatan tangan manusia adalah usaha yang mustahil berhasil. Aksi semacam itu hanyalah khayalan tentang para superhero dalam cerita untuk anak-anak. Tindakan manusia mengejar kekayaan juga mustahil terlaksana, karena standar kaya itu bisa tanpa batas. Mendapat upah sebagai hasil kerja itu wajar. Akan tetapi, bagaimana kita bisa bekerja tanpa berambisi untuk menjadi kaya? Bukankah hal ini juga mustahil?

Penulis kitab Amsal melihat bahwa pembacanya sedang bersusah payah untuk menjadi kaya, sehingga ia berkata, "Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini." (23:4). Penulis menyuruh pembacanya meninggalkan niat untuk jadi kaya. Mengapa penulis berkata demikian? Penulis memperlihatkan betapa fananya kekayaan itu: sebentar ada, kemudian bisa lenyap dalam sekejap (23:5). Banyak cerita dalam hidup kita, bahwa kekayaan mudah sekali sirna saat sakit penyakit datang menerpa, atau karena kita ditipu orang. Jika tujuan bekerja hanya untuk mengejar kekayaan, hal itu akan sia-sia dan tidak memiliki makna bagi kehidupan kita.

Bagaimana kita bisa memiliki makna dan kepuasan dalam hidup kita, padahal hidup ini jelas memerlukan uang? Pertama, ingatlah bahwa kepuasan dan makna hidup hanya ada di dalam Kristus (bandingkan dengan Yohanes 10:10b), bukan di dalam kekayaan. Karena kita memiliki kepuasan dan keamanan di dalam Kristus, harta atau kekayaan yang kita peroleh bukan sumber kepuasan, melainkan alat untuk memuliakan Tuhan dan alat untuk menjadi berkat bagi sesama. Kedua, milikilah rasa cukup atas penghasilan yang kita terima, yang merupakan wujud pemeliharaan Tuhan melalui pekerjaan kita. "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar." (1 Timotius 6:6). Rasa cukup muncul dari ucapan syukur kepada Tuhan yang memelihara hidup kita. Ukuran cukup itu berbeda-beda. Rasul Paulus mengajarkan bahwa, "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah." (1 Timotius 6:8). Bagi kita saat ini, yang penting adalah bahwa kita perlu merasa puas dengan apa pun yang Tuhan berikan untuk menopang hidup kita.

Apa yang membuat Anda bekerja mati-matian? Jika Anda bekerja untuk mengejar kekayaan, hentikanlah itu! Hanya di dalam Tuhan ada kepuasan dan rasa cukup bagi kehidupan Anda! Apakah Tuhan telah dimuliakan melalui pekerjaan Anda?

Pokok Doa
1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
2. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design