Amos 1-2

Dosa dan Hukuman Allah

1 November 2021
Pengantar Redaksi untuk GeMA Edisi November-Desember 2021

Salam sejahtera dalam kasih Kristus.

Kita patut bersyukur bahwa penularan Covid-19 varian delta di Indonesia akhirnya sudah melandai. Penularan varian delta yang memakan banyak korban itu mengingatkan kita bahwa pandemi belum selesai, bahkan pemakaian masker harus dipandang sebagai kebiasaan baru yang tidak boleh dihentikan walaupun kita mungkin telah menjalani dua kali vaksinasi. Pengalaman pahit yang terjadi seusai masa liburan panjang di masa lalu seharusnya mengingatkan kita bahwa kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan saat memasuki masa raya Natal, akhir tahun, dan tahun baru.

Pada edisi ini, kita akan membaca dan merenungkan kitab Amos, kitab Amsal, surat Yakobus, surat 1-2 Petrus, serta mengikuti renungan khusus Natal dan akhir tahun. Kitab Amos memperlihatkan bahwa dosa merupakan masalah serius dan bahwa Allah akan menghukum orang berdosa tanpa pandang bulu. Allah bukan hanya menghukum bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tetapi juga menghukum umat pilihan-Nya sendiri yang hidup dalam dosa. Kitab Amsal membahas tentang hikmat, yaitu pengetahuan praktis atau keterampilan untuk menjalani hidup. Surat Yakobus juga berisi berbagai petunjuk praktis. Bila kitab Amsal berisi nasihat praktis dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Yahudi kuno yang berlatar belakang petani dan penggembala, surat Yakobus berisi petunjuk bagi jemaat abad pertama yang sedang bergumul menghadapi penganiayaan dan perselisihan antar anggota jemaat. Sedangkan Surat 1-2 Petrus ditulis bagi jemaat berlatar belakang Yahudi yang merantau di luar wilayah Palestina dan jemaat berlatar belakang non-Yahudi. Mereka bukan hanya menghadapi penderitaan, tetapi juga menghadapi ancaman ajaran sesat. Dalam seri renungan khusus Natal, kita akan bersama-sama merenungkan bahwa kondisi pandemi yang kita hadapi saat ini justru dipakai Allah sebagai sarana untuk memaksa kita memusatkan perhatian pada hal yang terpenting dalam perayaan Natal, yaitu pengenalan akan Kristus. Dua renungan akhir tahun dimaksudkan agar kita melakukan refleksi dan mempersiapkan diri menghadapi pergumulan pandemi yang belum berakhir.

Pada akhirnya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para penulis, para penerjemah, dan staf yang telah bersusah payah meluangkan waktu menyiapkan bahan renungan GeMA ini. Semoga GeMA edisi ini menjadi berkat bagi kita semua.





Pengantar Kitab Amos
Allah Tidak Pilih Kasih

Amos 1:1 dengan jelas menggambarkan latar belakang Nabi Amos dan waktu pelayanannya. Amos adalah nabi Tuhan dengan latar belakang yang sangat unik, yaitu sebagai seorang peternak. Amos?yang juga merupakan pemungut buah ara hutan (7:14)?berasal dari Tekoa, yaitu sebuah desa yang berjarak sekitar 20 km di sebelah selatan Yerusalem. Nabi Amos hidup pada zaman Raja Uzia dari Kerajaan Yehuda dan Raja Yerobeam II dari Kerajaan Israel. Dia menyampaikan nubuatnya sekitar pertengahan abad ke-8 BC, yaitu dua tahun sebelum terjadi gempa bumi yang hebat yang merusak beberapa lokasi di Israel, termasuk Ibukota Samaria. Saat itu, bangsa Israel sedang berada di puncak perluasan wilayahnya. Bangsa Israel sedang mencapai stabilitas secara politik dan mengalami kemakmuran secara nasional. Namun, di tengah segala pencapaian yang bersifat positif tersebut, bangsa Israel justru juga sedang mengalami titik pencapaian paling rendah secara rohani. Kerohanian mereka bobrok: Mereka hidup dalam dosa, munafik, menyembah berhala, menindas sesama, hidup bejat, dan melakukan dosa-dosa lainnya.

Nabi Amos mengumumkan datangnya hukuman Tuhan yang akan dijatuhkan bukan hanya kepada bangsa-bangsa lain, tetapi juga kepada bangsa Israel karena dosa-dosa yang mereka lakukan. Nabi Amos mengemukakan bahwa bangsa Israel bukan hanya berdosa secara sosial, tetapi juga secara agama. Nabi Amos mengemukakan bahwa sekalipun bangsa Israel adalah umat pilihan Allah, mereka tidak akan luput dari hukuman Allah.

Manusia sering kali beranggapan dan berpikir bahwa tidak ada dosa yang terlalu serius yang bisa mendatangkan hukuman Tuhan. Setelah menjangkau pencapaian tertentu dalam kehidupan, mereka membuat batas-batas yang dianggap wajar waktu berbuat dosa. Akan tetapi, akhirnya manusia justru sering kebablasan melakukan dosa, bahkan tidak lagi menganggap dosa sebagai dosa. Manusia juga sering berpikir bahwa mereka dapat lolos dari hukuman karena mereka sudah ditebus dan diselamatkan, sehingga mereka boleh seenaknya berbuat dosa.

Kitab Amos menyatakan bahwa Allah itu adil dan akan menghukum dosa. Hukuman itu bukan hanya ditujukan terhadap bangsa asing, tetapi juga terhadap umat pilihan-Nya. Hukuman Tuhan yang bersifat pasti mengisyaratkan bahwa Tuhan bukan hanya mengasihi, tetapi Ia juga adil dan tidak pilih kasih. [GI Hendra Sugianto]





Renungan GeMA 1 November 2021
Dosa dan Hukuman Allah

Kekudusan Allah adalah standar yang bukan saja harus dihormati oleh orang percaya, tetapi juga oleh orang yang tidak percaya. Pelanggaran terhadap kekudusan Allah pasti mendatangkan hukuman Allah. Allah?melalui Nabi Amos?mengemukakan rencana-Nya untuk menjatuhkan hukuman terhadap bangsa-bangsa, baik terhadap bangsa-bangsa asing maupun terhadap bangsa pilihan Allah sendiri, yaitu bangsa Israel, baik dari Kerajaan Israel Selatan (Yehuda) maupun dari Kerajaan Israel Utara.

Pasal 1 dan 2 dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu pernyataan penghukuman terhadap bangsa asing dan pernyataan penghukuman terhadap umat pilihan Allah. Frasa "karena tiga perbuatan jahat ..., bahkan empat" yang diulang-ulang (1:3,6,9,11,13; 2:1,4,6) menyiratkan adanya alasan yang cukup dari pihak Allah untuk menjatuhkan hukuman terhadap bangsa-bangsa. Tidak ada satu bangsa pun yang tidak memiliki cacat di hadapan Allah yang kudus. Satu "dosa kecil" di hadapan Allah sudah cukup menjadi alasan bagi Allah untuk menjatuhkan hukuman, apalagi terdapat dosa-dosa yang amat banyak.

Frasa "Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku" yang diulang sebanyak delapan kali (1:3,6,9,11,13; 2:1,4,6) menyiratkan kepastian dijatuhkannya hukuman Allah. Allah pasti akan menghukum setiap pelanggaran terhadap kekudusan-Nya tanpa ada yang dikecualikan. Kota-kota atau bangsa-bangsa yang disebutkan dalam bacaan Alkitab hari ini-?Damsyik, Gaza, Tirus, Edom, Amon, Moab, Yehuda, Israel?bukan saja menyiratkan kelengkapan dan kepastian hukuman yang akan Allah timpakan, tetapi juga menyiratkan bahwa tidak ada satu pun bangsa yang dapat lolos dari hukuman Allah.

Allah tidak bersikap semena-mena dan juga bukan tanpa alasan saat menghukum seseorang. Allah pasti akan menghukum setiap bentuk pelanggaran terhadap kekudusan-Nya. Allah itu kasih, tetapi Allah itu juga adil. Oleh karena itu, Ia pasti akan menjatuhkan hukuman terhadap semua manusia berdosa. Tidak ada satu pun manusia yang dapat lolos dari penghukuman Allah! Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan untuk bertobat, pergunakanlah kesempatan itu! Pernahkah Anda mengakui dosa kepada Allah dan memohon Allah mengampuni dosa-dosa yang pernah Anda lakukan? [GI Hendra Sugianto]

Pokok Doa
1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
2. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design