2 Raja-raja 19

Doa Berdasarkan Kehendak Tuhan

26 Agustus 2021
Pdt. Souw Suharwan

Suatu hari, seorang murid Tuhan Yesus datang kepada Sang Guru dan memohon agar diajar cara berdoa (Lukas 11:1). Sebenarnya, permohonan itu aneh karena setiap orang Yahudi pasti sudah terbiasa berdoa sejak kecil. Mengapa murid itu meminta diajar cara berdoa? Salah satu alasan adalah karena Tuhan Yesus memahami doa yang sesuai dengan kehendak Allah Bapa (Lukas 11:2-4; Matius 6:9-13).

Doa Raja Hizkia saat diancam oleh Sanherib--Raja Asyur--yang mengepung Yerusalem adalah doa yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam kesesakannya, Raja Hizkia pergi ke rumah Tuhan. Ia membentangkan surat yang diberikan utusan raja Asyur ke hadapan Tuhan. Isi doa Raja Hizkia menunjukkan pemahamannya tentang Tuhan. Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa yang bertakhta di atas Kerubim dan yang menjadikan langit dan bumi. Ia memohon agar Tuhan melihat dan mendengar penghinaan dan kesombongan Sanherib yang merendahkan nama Tuhan. Dia mengaku bahwa Sanherib adalah raja yang kuat yang telah menaklukkan banyak bangsa. Ia memohon agar Tuhan menyelamatkan bangsanya dari ancaman Sanherib, bukan untuk memperlihatkan kehebatan dirinya atau bangsanya, atau agar bala tentaranya menjadi termasyhur, tetapi supaya semua kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya TUHAN sajalah Allah (2 Raja-raja 19:14-19). Dia tahu bahwa saat permohonannya dipanjatkan, kemuliaan Tuhan dan rencana-Nya harus menjadi alasan utama. Hizkia berdoa kepada Tuhan bukan hanya sekadar agar kerajaan Yehuda dibebaskan dari ancaman Sanherib--walaupun ia sangat menginginkan hal itu terjadi--tetapi dia memohon agar Tuhan membela kerajaan Yehuda untuk kemuliaan nama Tuhan. Dalam anugerah Tuhan, doanya dijawab dengan cara ajaib: Seratus delapan puluh lima ribu orang tentara Asyur dibunuh oleh Malaikat TUHAN, sehingga Sanherib kembali ke Niniwe (19:35-36).

Ketika sakit, bolehkah kita berdoa untuk meminta kesembuhan? Ketika ujian, bolehkah kita meminta kelulusan? Ketika berbisnis, bolehkah kita memohon keberhasilan? Tentu saja kita boleh memohon apa pun kepada Tuhan. Akan tetapi, apakah semua permohonan itu kita kaitkan dengan kesadaran bahwa hanya nama Tuhan yang harus ditinggikan? Setelah sembuh, lulus, dan berhasil dalam hal apa pun, apakah kita semakin mencintai Tuhan, atau sebaliknya?

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia.
2. Guru-guru Kristen di Sekolah Negeri.
3. Komisi Kaleb di GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design