Ibrani 12

Memandang Kepada Kristus

29 April 2021
GI Febrianto Tayoto

Ketika mengemudi di jalan raya, salah satu aspek yang tidak dapat dikompromikan adalah aspek keselamatan. Pengemudi harus mengutamakan aspek keselamatan, baik keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, dengan selalu berkonsentrasi saat mengemudi. Artinya, pengemudi tidak boleh terganggu oleh hal-hal lain yang dapat mengalihkan pandangannya dari jalan yang ia lalui. Sebagian besar kecelakaan di jalan raya terjadi karena pengendara lalai untuk berkonsentrasi dalam mengemudi.

Prinsip serupa seharusnya diterapkan juga dalam hidup orang Kristen. Setelah membuat daftar panjang saksi-saksi iman (pasal 11), penulis Surat Ibrani melanjutkan dengan mengajak kita menanggalkan beban dosa dan berlomba di hadapan para saksi iman di atas sambil mengarahkan mata kepada Kristus. Kita bisa berjalan dengan iman walau tidak melihat, karena iman itu didasarkan pada karya Kristus yang membawa iman kepada kesempurnaan. Mengingat Kristus--yang sudah memikul salib, disiksa, menderita, mencucurkan darah, dan mati untuk kita--akan membuat kita tidak gampang patah semangat (12:1-4). Semua penderitaan yang seharusnya kita tanggung sudah Dia pikul supaya kita bisa melangkah dalam kekudusan (12:14). Ajakan untuk mengejar kekudusan ini lalu ditutup dengan peringatan agar kita tidak menolak Dia (12:18-29). Tanpa Dia, kita akan kehilangan arah dan tujuan dalam kehidupan iman kita.

Dalam kehidupan kita, kita sering kehilangan arah karena fokus perhatian kita tertuju pada beratnya pergumulan hidup, sekaligus pada betapa lemahnya kita. Fokus yang salah semacam itu akan membuat kita kecewa saat menyadari kerapuhan dan ketidakmampuan kita dalam mengejar kekudusan. Keputusasaan membuat kita berhenti mengejar kekudusan dan memandang ke arah yang salah. Tidak berfokus pada Kristus berarti mengabaikan dan menolak Dia. Jika kita ingin berjuang mengejar kekudusan, yang harus kita lakukan adalah menujukan mata iman kita kepada Kristus. Artinya, kita tidak lagi mengandalkan apa pun atau siapa pun dan belajar berserah kepada Allah. Jika Allah sudah menyelesaikan dan memberikan segalanya supaya kita bisa hidup di hadapan-Nya, apakah Anda masih memiliki alasan untuk tidak ikut berlomba, berlari, dan mengejar kekudusan?

Pokok Doa
1. Pegawai Negeri Sipil.
2. Pengentasan Kemiskinan.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GK.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design