Ibrani 9

Satu Kali Untuk Selama-Lamanya

26 April 2021
GI Febrianto Tayoto

Pernahkah Anda bertanya, mengapa umat Allah di masa Perjanjian Lama harus mempersembahkan korban berupa binatang? Korban binatang adalah wakil yang menanggung dosa manusia. Mungkinkah manusia diwakili oleh binatang yang derajatnya lebih rendah daripada manusia? Salah satu jawaban adalah bahwa binatang--terutama domba--adalah simbol bagi Pribadi Yesus Kristus yang menebus dosa manusia. Imam besar pada masa Perjanjian Lama mempersembahkan korban binatang. Akan tetapi, dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus--sebagai Sang Imam Besar sekaligus Sang Pengantara Perjanjian Baru--mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai Korban Penebusan. Setahun sekali, di Hari Raya Pendamaian, imam besar harus masuk ke tempat maha kudus dengan membawa darah binatang untuk meminta pengampunan dosa bagi dirinya sendiri dan bagi umat Allah. Akan tetapi, Yesus Kristus--yang tak berdosa--hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya sendiri untuk menghapus dosa dunia (9:24, 26; 10:10). Jadi, Perjanjian yang Baru itu dimeteraikan--atau disahkan--oleh darah Anak Domba Allah yang tak bercacat, sehingga pengorbanan-Nya cukup hanya sekali dan memiliki efek untuk selama-lamanya.

Penulis Surat Ibrani memperjelas simbol dalam Perjanjian Lama yang merupakan bayangan yang digenapi secara sempurna oleh Yesus Kristus. Hanya melalui Yesus Kristuslah, manusia bisa datang kepada Allah yang hidup dan kudus. Saat kita percaya kepada Kristus, Ia menjadi Pengantara kita kepada Allah dalam Perjanjian Baru. Iman kepada-Nyalah yang membuat kita memperoleh pengampunan dosa, bukan hanya menyangkut dosa-dosa masa lampau, tetapi juga dosa-dosa di masa yang akan datang. Selama masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita beribadah dari rumah, sebagai orang Kristen, kita disadarkan bahwa kita sering kurang menghargai kesempatan untuk datang beribadah kepada Allah. Akan tetapi, yang seharusnya membuat kita menghargai kesempatan datang kepada Allah adalah karena kita sudah ditebus oleh darah yang amat mahal dan berharga. Kristus-lah yang menjadi alasan bagi kita untuk datang dan beribadah. Setiap kali kita berdoa, beribadah, dan menjalani hidup sebagai umat Allah, ingatlah bahwa semuanya itu dimungkinkan karena pengorbanan darah Kristus, Sang Imam Besar yang mengorbankan diri-Nya sendiri bagi kita.

Pokok Doa
1. Pegawai Negeri Sipil.
2. Pengentasan Kemiskinan.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GK.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design