Mazmur 51

Membuka Diri Terhadap Teguran

9 April 2021
GI Purnama

Dosa adalah masalah semua orang di seluruh dunia. Walaupun orang lain mungkin tidak ada yang melihat dosa yang kita lakukan, Tuhan tidak pernah bisa kita kelabuhi. Perlu disadari bahwa manusia disebut berdosa bukan hanya karena melakukan suatu dosa tertentu, tetapi karena manusia dilahirkan sebagai orang berdosa. Sesudah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, semua orang dilahirkan dalam keadaan berdosa atau dengan kecenderungan untuk berbuat dosa (51:7; Roma 5:12). Kecenderungan untuk berbuat dosa itu membuat setiap orang pasti ada waktunya berbuat dosa tanpa perlu belajar atau diajar. Bila dosa tidak dibereskan, dosa itu akan menghilangkan damai sejahtera dan akan membuat kita terhalang untuk melakukan apa yang baik, bahkan bisa menyeret kita untuk melakukan dosa yang lain.

Daud pernah melakukan sebuah dosa yang "besar", yaitu berzina dengan Batsyeba. Perzinaan itu membuat dia lalu melakukan dosa berikutnya, yaitu membunuh Uria, suami Batsyeba. Dalam mazmur yang kita baca hari ini, Daud mengemukakan bahwa dosa itu menyiksa dirinya. Dia mengatakan, "Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku." (Mazmur 51:5). Sebelum dosa diakui, dosa merupakan tekanan yang berat (32:3). Saat Nabi Natan menegur Daud karena dosa yang ia lakukan, Daud tidak membela diri, melainkan mengaku dosa dan memohon pengampunan Allah (2 Samuel 12:1-15; Mazmur 51:3-4,9-13,16). Sikap Daud itu tepat! Perzinaan antara Daud dan Batsyeba bukan hanya membuat ia bersalah terhadap Uria, suami Batsyeba, tetapi juga membuat dia berdosa kepada Tuhan (51:6). Setelah Uria gugur dalam pertempuran, Daud sudah tidak bisa lagi memulihkan hubungannya dengan Uria Akan tetapi, Daud masih harus membereskan hubungannya dengan Allah. Pemulihan hubungan dengan Allah itulah yang bisa membangkitkan kegirangan atau menghasilkan kebahagiaan dalam hidupnya (51:14, 32:1).

Apakah Anda selalu berusaha mempertahankan hubungan yang sehat dengan Allah? Bila Anda jatuh ke dalam dosa, apakah Anda memiliki kepekaan untuk segera memulihkan hubungan Anda dengan Allah? Bila Anda menerima teguran, apakah Anda bersedia berubah dan berusaha memperbaiki diri, atau sebaliknya, Anda bersikap reaktif, marah, dan berusaha mati-matian membela diri?

Pokok Doa
1. Pegawai Negeri Sipil.
2. Pengentasan Kemiskinan.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GK.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design