1 Samuel 12

Setia Sampai Akhir

26 Juli 2020
GI Wirawaty Yaputri
Samuel adalah hakim yang sungguh-sungguh menaati panggilan Tuhan sepanjang hidupnya. Dari kecil sampai tua, ia melayani Tuhan. Ia melakukan tugasnya dengan setia dan dengan takut akan Tuhan. Di akhir hidupnya, ia didapati setia dan tidak berlaku curang dengan jabatan yang ia miliki. Ia tidak mengejar laba, tidak memeras, tidak melakukan kekerasan dan tidak menerima sogok. Hal ini tidak berarti bahwa Samuel adalah manusia sempurna karena anak-anaknya tidak hidup saleh. Agaknya Samuel mengikuti kegagalan Imam Eli—mentor rohaninya—dalam hal mendidik anak. Samuel yang menyadari keburukan kelakuan anak-anaknya, tidak memaksakan anak-anaknya menduduki jabatan sebagai hakim. Perkataan Samuel dalam 12:2, “...dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu?” memberi petunjuk bahwa Samuel tidak mewariskan jabatan hakim kepada anak-anaknya. Mereka tetap menjadi rakyat biasa.

Kesetiaan seorang pelayan Tuhan dinilai dari akhir hidupnya (bandingkan dengan Ibrani 13:7). Samuel adalah seorang pelayan Tuhan yang setia sampai akhir hidupnya. Banyak pelayan Tuhan yang sukses dan berhasil semasa mudanya, namun ia berbelok dan hidup jauh dari Tuhan pada masa tuanya. Banyak pula pelayan Tuhan yang di masa mudanya melakukan banyak kesalahan, namun ia tetap bertahan dan terus-menerus berubah menjadi semakin baik karena anugerah Tuhan. Siapa saja bisa berhasil, termasuk orang yang tidak sungguh-sungguh memercayai Tuhan. Ada pemimpin besar yang pelayanannya mempeso-na jutaan orang, tetapi ternyata dia menyimpan dosa seksual atau melakukan penyelewengan secara finansial. Akan tetapi, ada pula pemimpin besar yang setia sampai mati. Kesetiaan membutuhkan keteguhan hati dan komitmen serta kesungguhan bersandar kepada anugerah Tuhan. Seorang pelayan Tuhan tidak dinilai hanya karena keberhasilannya, melainkan terutama karena kesetiaannya.

Samuel adalah seorang hakim yang terkenal dan populer pada zamannya. Ia berwibawa dan orang-orang Israel segan kepadanya. Namun, ia tidak memakai jabatannya untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Ia tidak menggunakan jabatannya untuk memanipulasi atau menindas orang lain. Ia adalah seorang pemimpin yang setia sampai akhir.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design