Rut 1

Berpegang pada Janji

1 Juli 2020
GI Michele Turalaki
Apa yang akan Anda lakukan bila Anda menghadapi kondisi yang tidak pasti? Umumnya, setiap orang akan berusaha mencari peluang dan jaminan untuk mendapatkan kepastian, bukan? Akan tetapi, ada respons berbeda dalam Rut pasal 1.

Pertama, respons Elimelekh dan Naomi. Bangsa Israel—yang saat itu dipimpin oleh para hakim—hidup berdasarkan filosofi “setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri” (Hakim-hakim 21:25). Allah mendisiplin umat-Nya dengan mengizinkan terjadinya ben-cana kelaparan, termasuk di Betlehem—yang artinya “rumah roti”. Ironisnya, Kelaparan ini mendorong Elimelekh—artinya “Allah adalah raja”—untuk pergi meninggalkan Tanah Perjanjian guna mencari jaminan di Tanah Moab—tempat yang tidak takut akan Allah. Anak-anak lelakinya menikahi wanita-wanita Moab. Apakah keputusan Elimelekh untuk pindah membuat hidup mereka menjadi lebih baik? Ternyata tidak! Yang sangat menyedihkan, para pria di keluarga itu semuanya meninggal di Moab. Yang tersisa hanya Naomi—janda di tanah asing tanpa pria pelindung—bersama dua menantu wanita keturunan Moab—yaitu Orpa dan Rut. Satu-satunya harapan bagi Naomi adalah kembali ke bangsanya sendiri karena ia mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan umat-Nya dan memulihkan Israel dari bencana kelaparan (1:6). Naomi pulang kepada bangsanya dengan kesimpulan bahwa “Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.” Ia bukan lagi Naomi—artinya “indah, kesukaan”—melainkan Mara—artinya “pahit” (1:20-21).

Kedua, respons Rut, sang menantu yang berasal dari Moab. Rut memilih mengikuti Naomi ke Israel, yang justru menjadi tanah asing baginya, dengan sebuah pengakuan, “bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (1:16). Jika Elimelekh dan Naomi hanya memusatkan perhatian pada kesulitan hidup yang mereka hadapi saat itu tanpa mempertimbangkan faktor kedaulatan dan rencana Allah, Rut justru menjalani ketidakpastian dengan pengakuan akan Allah yang hidup.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tetap teguh beriman saat Anda menghadapi ketidakpastian? Masihkah Anda berpegang pada janji-janji Allah saat Anda menjalani hidup yang penuh lika-liku? Percayakah Anda bahwa rancangan Allah itu selalu baik?
Pokok Doa
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Mahkamah Konstitusi.
3. Panitia Persidangan Tahunan Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design