Hakim-hakim 14

Jalan Allah yang Tak Terduga

14 Mei 2020
GI Roni Tan / GI Purnama
Simson telah di tetapkan TUHAN untuk menjadi seorang nazir Allah sejak masih dalam kandungan ibunya. Akan tetapi, ternyata bahwa cara hidup Simson amat kacau sejak masa mudanya. Orang tuanya sangat kecewa saat mengetahui bahwa Simson telah jatuh cinta kepada seorang perempuan Filistin yang tinggal di Timna dan memaksa untuk menikahi perempuan itu, padahal orang Israel sudah diperintahkan agar jangan mengambil istri dari bangsa lain (Ulangan 7:3-4). Dari sisi manusiawi, kita menyesalkan keinginan Simson ini. Akan tetapi, penulis kitab Hakim-hakim menjelaskan bahwa peristiwa itu sengaja dibiarkan terjadi oleh Allah dengan maksud supaya Simson mencari gara-gara terhadap orang Filistin (Hakim-hakim 14:4). Saat pesta pernikahan berlangsung, Simson bertaruh dengan tiga puluh pemuda Filistin dengan cara mengajukan sebuah teka-teki. Ternyata bahwa istrinya berkhianat, sehingga Simson kalah bertaruh dan harus membayar kekalahannya dengan memberikan tiga puluh pakaian dalam dan tiga puluh pakaian kebesaran. Kemarahan Simson dilampiaskan dengan membunuh tiga puluh orang Filistin di Askelon dan merampas pakaian mereka sebagai pembayar kekalahan dalam bertaruh. Dengan demikian, mulailah bibit permusuhan di antara Simson dengan orang Filistin. Bibit permusuhan ini masih ditambah dengan keputusan keliru yang dilakukan ayah ibu mertua Simson yang memberikan istri Simson kepada kawannya sendiri.

Cara Allah bekerja tidak selalu mudah diduga. Dari sisi manusiawi, kita akan cenderung beranggapan bahwa Simson telah mencari masalah sendiri dengan menikahi seorang perempuan Filistin yang tidak setia serta bertaruh dengan para pemuda Filistin yang licik. Bagi orang tuanya pun, permintaan Simson untuk menikahi seorang perempuan Filistin merupakan permintaan yang menyakitkan hati. Kita tak akan menduga bahwa hal-hal buruk semacam itu bisa dipakai Allah untuk mencapai maksud yang baik bagi umat-Nya. Dalam hidup kita, kita tidak selalu bisa memahami mengapa Allah kadang-kadang membiarkan terjadinya kegagalan, kecelakaan, penyakit berat, wabah, bencana alam, dan hal-hal buruk lainnya menimpa umat-Nya. Apakah Anda menyadari bahwa cara kerja Allah tak selalu bisa Anda duga dan bahwa apa yang nampak buruk dalam pemahaman Anda bisa saja dipakai Allah untuk kebaikan Anda? (Yesaya 55:8-9; Yeremia 29:11).
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design