Hakim-hakim 9

Kejam demi Kekuasaan

9 Mei 2020
GI Roni Tan / GI Purnama
Tidak bisa dipungkiri bahwa kekuasaan merupakan posisi yang diinginkan setiap orang. Seseorang yang memperoleh kekuasaan akan memperoleh penghormatan, kekaguman, dan juga pelayanan. Oleh karena itu, tidak jarang kita menemui orang yang berusaha meraih kekuasaan dengan menggunakan segala macam cara, termasuk cara-cara yang licik dan busuk. Selanjutnya, setelah mendapat kekuasaan, tak jarang kita jumpai bahwa sang penguasa memakai segala macam cara untuk mempertahankan dan memperbesar kekuasaannya. Itulah yang dilakukan oleh Abimelekh bin Yerubaal?anak Gideon yang diperoleh dari seorang gundiknya yang berasal dari kota Sikhem. Sifat haus kekuasaan membuat Abimelekh menghasut pihak keluarga ibunya untuk membantu dia membunuh 70 orang saudara tirinya?yang berlainan ibu?dengan memakai tangan para preman bayaran. agar hanya dia yang memegang kekuasaan. Abimelekh berkuasa selama tiga tahun atas orang Israel. Kekuasaan Abimelekh yang didapat dengan berlaku kejam tidak bisa bertahan lama karena tidak mendapat perkenan Tuhan. Orang Sikhem mengkhianati Abimelekh dan mengangkat Gaal bin Ebed sebagai pemimpin. Akan tetapi, pemberontakan ini berhasil dipadamkan dan Gaal bin Ebed berhasil dibunuh oleh Abimelekh. Selanjutnya, Abimelekh membantai sekitar seribu orang penduduk Menara-Sikhem yang telah mengkhianati dia. Saat Abimelekh berusaha memperluas kekuasaannya dengan merebut kota Tebes, seorang perempuan menggulingkan sebuah batu kilangan yang tepat mengenai dan memecahkan kepala Abimelekh. Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang telah dilakukan oleh Abimelekh dan seluruh penduduk kota Sikhem terhadap anak-anak Gideon.

Menghalalkan segala cara untuk meraih jabatan atau kekuasaan lazim terjadi di sepanjang zaman. Janji kosong yang manis dan hoaks adalah alat yang biasa dipakai oleh orang-orang yang haus kekuasaan. Orang Kristen pun tidak kebal terhadap godaan menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Oleh karena itu, setiap orang Kristen harus senantiasa menyadari bahwa Allah adalah pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Allah tidak berkenan terhadap orang yang berusaha meraih kekuasaan secara licik dan kejam. Apakah Anda bersedia merendahkan diri untuk senantiasa mengikuti kehendak Allah?
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design