Satu fakta yang sering tak disadari adalah bahwa kebencian yang dipelihara terus-menerus sesungguhnya tidak pernah "diam", tetapi, terus bertumbuh, mengakar, dan akhirnya membentuk identitas seseorang atau suatu bangsa. Dalam psikologi, kebencian yang berulang (chronic hatred) dapat mengubah cara otak melihat orang lain, bukan lagi sebagai sesama manusia, tetapi sebagai objek ancaman. Itulah sebabnya, konflik yang awalnya kecil bisa diwariskan lintas generasi dan menjadi permusuhan turun-temurun seperti yang terjadi antara Edom dan Israel dalam bacaan Alkitab hari ini (continue)





