Kitab Zefanya disampaikan pada masa pemerintahan Raja Yosia, ketika Yehuda sedang berusaha kembali kepada Tuhan melalui berbagai pembaruan. Namun, pembaruan itu ternyata belum benar-benar menyentuh hati umat. Banyak orang masih hidup dalam penyembahan berhala, mempersembahkan ibadah yang bercampur dengan praktik bangsa-bangsa lain, dan menjalani kehidupan moral yang jauh dari kehendak Tuhan. Dalam keadaan rohani yang demikian, Tuhan memanggil Nabi Zefanya untuk menyampaikan firman (continue)





