TUHAN seolah-olah berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa untuk menegakkan keadilan di dunia yang berdosa ini. Itulah pemahaman kaum Yehuda saat melihat kehidupan orang fasik yang amat mujur dan terluput dari hukuman, padahal mereka melakukan banyak dosa, bahkan mencobai TUHAN. Oleh karena itu, muncul kesimpulan bahwa orang sombong itu berbahagia (3:15). Paham skeptis menjalar demikian cepat di antara umat Allah yang--di satu sisi--melihat realitas semu kehidupan orang fasik yang terlihat makmur dan tidak bermasalah (continue)





