Bagian terpenting sebuah bangunan bukanlah hiasan mewahnya, melainkan kekuatan fondasinya. Jika fondasi kuat, seluruh bangunan akan tegak kokoh menghadapi hantaman badai. Rasul Petrus memakai gambaran tersebut untuk menjelaskan realitas hidup kita sebagai pengikut Kristus di tengah masyarakat yang tidak mengenal Allah. Sebagai umat Allah, terkadang kita merasa lelah, terasing, bahkan ditolak oleh lingkungan, saat kita berusaha hidup lurus dan mempertahankan kebenaran firman-Nya. Keterasingan ini bukan suatu kebetulan!
Rasul Petrus menyingkapkan akar penolakan itu dengan (continue)





