Pengkhotbah 10

Ke Kanan atau ke Kiri?

2 Agustus 2025
Pdt. Abadi

Pasal 10 berisi kumpulan kata-kata hikmat yang kebanyakan berasal dari hasil pengamatan sang Pengkhotbah. Pengkhotbah memulai dengan peringatan bahwa "sedikit kebodohan lebih berpengaruh daripada hikmat dan kehormatan" dalam arti bahwa kebodohan itu lebih cepat menyebar, lebih mudah menodai, dan lebih cepat merusak hal-hal yang baik daripada hikmat yang harus dipelajari (atau diajarkan) agar bisa memberi pengaruh. Pengaruh kebodohan ini bagaikan "lalat mati menyebabkan minyak wangi peramunya berbau busuk" (10:1). Oleh sebab itu, Pengkhotbah menjelaskan akibat dari kebodohan dalam berbagai aspek kehidupan agar kita tidak memilih jalan orang bodoh, tetapi memilih jalan orang berhikmat (10:2).

Pengamatan Pengkhotbah itu masih relevan dengan kondisi zaman ini. Pengkhotbah melihat betapa bobroknya struktur organisasi yang menempatkan orang bodoh (yang tidak punya kemampuan) di posisi puncak (sebagai pengambil keputusan). Kepemimpinan orang bodoh membuat organisasi itu tidak memiliki arah atau tujuan yang baik. Kondisi seperti itu biasanya terjadi bila kepentingan pribadi atau golongan lebih diutamakan daripada kepentingan orang banyak. Alhasil, tidak terjadi kemajuan atau perkembangan yang baik, bahkan terjadinya kecelakaan saat melakukan pekerjaan (10:8-10) tidak dapat dicegah. Orang berhikmat mengerti bahwa kapak yang diasah memudahkan pemotongan. Orang berhikmat memakai alat perlindungan diri saat bekerja untuk melindungi diri dari kecelakaan. Orang berhikmat melakukan antisipasi untuk menghindari bahaya atau kecelakaan yang mungkin terjadi.

Salah satu aspek yang diingatkan oleh Pengkhotbah adalah perkataan. Dengan amsal-amsalnya, Pengkhotbah menasihati agar kita sangat berhati-hati dalam berkata-kata, bahkan jangan banyak berbicara jika tidak perlu. "Orang bodoh banyak bicaranya, padahal manusia tidak tahu apa yang akan terjadi" (10:14). Kita belajar mengatakan hal-hal yang penuh belas kasih (10:12) sebagai wujud kepedulian dan perhatian kepada orang lain. Kita juga dinasihati agar tidak berpikiran jahat apalagi berkata buruk tentang orang-orang lain karena mereka dapat mengetahui kebencian atau kedengkian kita tanpa kita ketahui bagaimana mereka dapat mengetahuinya. Demikian juga, Pengkhotbah menasihati agar kita tidak malas atau lamban dalam mengerjakan sesuatu karena berlambat-lambat dapat merugikan diri kita sendiri.

Sesudah Anda menerima nasihat dari Pengkhotbah tentang jalan orang berhikmat dan jalan orang bodoh, apakah Anda telah bertekad untuk selalu memilih jalan orang berhikmat, walaupun jalan orang bodoh bisa tampak lebih memikat?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design