Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Mei   »   

Waspadai Hoaks!

Selasa, 19 Mei 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Hakim-hakim 20

Kebuasan orang-orang dursila di Gibea yang memperkosa gundik seorang Lewi—dan akhirnya menyebabkan tewasnya perempuan itu—berbuntut panjang, yaitu perang saudara antara suku Benyamin dengan suku-suku Israel yang lain. Perang saudara ini bermula dari tindakan seorang pria suku Lewi yang memutilasi tubuh gundiknya menjadi dua belas potong, lalu mengirim potongan tubuh gundiknya itu ke seluruh daerah orang Israel. Tindakan yang provokatif itu masih ditambah dengan kesaksian yang sebagian merupakan hoaks (20:4-5). Orang Lewi itu tidak terus terang menceritakan bahwa sebenarnya dialah yang menyerahkan gundiknya sendiri pada orang banyak untuk diperkosa (19:25). Orang Lewi itu sebenarnya hanya mencintai dirinya sendiri dan tidak benar-benar mencintai gundiknya. Dia mengadu domba orang-orang Gibea dengan seluruh suku Israel hanya untuk melampiaskan dendam karena merasa telah disakiti. Sekalipun kesaksian orang Lewi itu berlebihan, perlu disadari bahwa dosa orang-orang Gibea itu sangat serius karena dosa homoseksual itu sama dengan dosa penduduk Sodom pada zaman Lot, sehingga tidak mengherankan bila rakyat Israel memutuskan untuk menghukum orang-orang Gibea. Sebaliknya, patut disayangkan bahwa orang-orang dari suku Benyamin membela orang-orang Gibea secara membuta, sehingga terjadilah perang saudara yang menyedihkan. Puluhan ribu anggota pasukan yang gagah perkasa—baik dari suku-suku Israel maupun dari suku Benyamin—tewas dalam perang itu. Perang saudara itu nyaris memunahkan suku Benyamin. Mereka mengalami kerugian besar karena mereka membela penduduk Gibea yang merupakan orang-orang dursila!

Hoaks adalah salah satu faktor pemicu terjadinya konflik dan pembunuhan antar teman, antar saudara, antar keluarga, bahkan bisa memicu terjadinya perang antar bangsa. Saat ini, kita amat mudah mengakses informasi, baik melalui media publikasi resmi—TV, surat kabar, buku—maupun melalui media sosial. Sayangnya, sebagian berita yang beredar luas adalah hoaks (kabar bohong). Yang tragis, banyak orang memercayai—bahkan membela mati-matian—berita bohong tersebut. Apa yang biasanya Anda lakukan saat membaca atau mendengar sebuah berita menarik: langsung menyebarkan atau mengecek kebenarannya lebih dahulu? [GI Roni Tan]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design