Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Januari   »   

Mengasihi Sesama

Selasa, 28 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 22

Allah ingin agar orang Israel—yang kelak akan memasuki Tanah Perjanjian—sungguh-sungguh hidup mengasihi orang lain, bukan hanya mengasihi diri sendiri. Kasih kepada Allah harus dibuktikan dengan kasih kepada sesama. Dalam 1 Yohanes 4:20 tertulis, "Jikalau seseorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya."

Orang Israel yang sudah menerima kasih Allah dan tidak mau mengasihi sesamanya dipandang berdosa oleh Allah. Dalam Yakobus 4:17 dikatakan, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Allah memerintahkan orang Israel untuk mengasihi dengan cara menolong sesama yang sedang menghadapi kesulitan. Allah menekankan berkali-kali bahwa orang Israel tidak boleh berpura-pura tidak mengetahui kesulitan sesama dan kemudian menutup mata (Ulangan 22:1, 3, 4). Pertolongan kepada sesama itu mencakup menolong hewan dan mengembalikan barang yang dimiliki orang itu. saat seseorang menemukan hewan yang dimiliki sesamanya tersesat atau rebah di jalan, Allah memerintahkan agar mereka menolong hewan itu. Bila mereka menemukan pakaian atau barang lain, pakaian atau barang lain itu harus dikembalikan kepada pemiliknya. Hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan perintah mengasihi itu adalah perintah untuk mengasihi secara mendalam dan dengan kesungguhan hati. Mengasihi seseorang mencakup kepedulian terhadap apa yang dimiliki oleh orang itu.

Perintah untuk mengasihi adalah panggilan bagi setiap orang percaya. Kasih kepada sesama harus bersifat mendalam dan sungguh-sungguh, bukan hanya kasih di mulut saja. Kasih harus diwujudkan dalam perbuatan. Pada zaman ini, semakin sulit menemukan orang yang bersedia menolong orang lain karena setiap orang mencari kepentingan diri sendiri. Perkataan yang biasa menjadi alasan adalah, "Hidup saya sendiri saja sudah susah, bagaimana saya dapat menolong orang lain?" Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus memberikan perintah, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:39b). Kasih harus diwujudkan dengan menolong orang lain secara sungguh-sungguh. Sudahkah Anda melakukannya? [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design