Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Januari   »   

Hidup Kudus

Sabtu, 18 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 14:1-21

Apa yang dimaksud dengan hidup kudus? Allah memilih orang Israel untuk hidup di dalam kekudusan (14:2; bandingkan dengan Imamat 19:2). Akan tetapi, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan "hidup kudus"? Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan bahwa hidup kudus itu mencakup aspek kebersihan yang harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan seseorang, termasuk dalam urusan makan, minum, dan kebiasaan-kebiasaan hidup. Orang Israel diingatkan Musa untuk tidak mengikuti cara-cara berkabung yang lazim dilakukan oleh orang-orang di sekitar mereka, yaitu menoreh-noreh diri atau menggunduli rambut di atas dahi (14:1). Seorang penafsir menambahkan bahwa saat itu, ada pula tradisi memotong anggota tubuh—misalnya jari—ketika berkabung untuk keluarga. Semua kebiasaan seperti itu dipandang keji oleh Allah. Orang Israel sama sekali tidak boleh mengikuti cara-cara hidup atau adat istiadat yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Selanjutnya, orang Israel harus hidup kudus dengan tidak makan sembarangan (14:3-21). Ada tiga kategori yang menjadi dasar mengapa hewan-hewan tersebut tidak boleh mereka makan: Pertama, hewan-hewan predator. Hewan-hewan ini tidak bersih karena biasanya hewan predator memakan mangsanya beserta dengan darahnya. Hewan ini menjadi najis karena darah selalu harus dicurahkan terlebih dahulu sebelum dimakan. Kedua, hewan-hewan pemulung. Hewan-hewan dalam kategori ini najis dan tidak bersih karena mereka biasanya membawa kuman dan sering bersentuhan dengan bangkai. Ketiga, hewan-hewan yang memiliki racun dalam tubuh mereka. Hewan-hewan ini tidak bersih dan jika dimakan akan mendatangkan kerugian besar. Allah memerintahkan agar mereka tidak memakan bangkai karena darah dari hewan yang mati sendiri biasanya tidak tercurah dengan baik. Memasak anak kambing dalam air susu ibunya menurut seorang penafsir adalah bagian dari ritual (upacara) untuk mendapatkan kesuburan tanah bagi orang-orang Kanaan. Ritual ini jelas tidak boleh dilakukan oleh orang Israel. Bagi orang Kristen masa kini, peraturan tentang makanan yang najis ini sudah tidak berlaku (Kisah Para Rasul 10:9-16) Tuhan Yesus mengajarkan bahwa hidup kudus itu terutama menyangkut perkataan: Apa yang dimakan tidak menajiskan seseorang, tetapi apa yang dikatakan seseorang yang menajiskan dia (Matius 15:11). [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design