Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Januari   »   

Firman Tuhan, Bukan Mujizat

Jumat, 17 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 12:29-13:18

Banyak orang Kristen yang lebih menyukai mujizat ketimbang firman Tuhan. Gereja-gereja tertentu yang mengutamakan mujizat sangat ramai dan selalu penuh. Namun, dari firman Tuhan hari ini, kita akan belajar bahwa pesan firman Tuhan selalu lebih utama daripada mujizat.

Musa mengingatkan orang Israel agar mereka tidak terpesona terhadap tanda atau mujizat yang dilakukan oleh seorang nabi kalau pesan yang ia sampaikan tidak sesuai dengan firman Tuhan (13:1-3). Tanda atau mujizat dapat dengan mudah membelokkan hati orang yang tidak sungguh-sungguh beriman dan taat kepada Tuhan. Melihat tanda atau mujizat yang luar biasa, banyak orang menjadi terhipnotis dan lupa pada firman Tuhan. Pada masa kini, bila ada seorang hamba Tuhan atau seorang yang dianggap sebagai "nabi" yang dapat melakukan mujizat yang luar biasa, banyak orang Kristen terbawa untuk lebih mengagumi sosok hamba Tuhan itu ketimbang memperhatikan pesan firman Tuhan yang ia sampaikan. Meskipun pesan firman Tuhan yang ia sampaikan tidak sesuai dengan Alkitab, sering kali banyak orang yang memilih untuk menutup mata dan mengabaikan ketidaksesuaian itu karena mereka sedemikian terpesona terhadap kemampuan hamba Tuhan atau "nabi" itu dalam melakukan mujizat.

Dengan tegas sekali, Musa mengingatkan orang Israel bahwa tanda dan mujizat dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu dengan kuasa iblis di belakangnya (bandingkan dengan 2 Tesalonika 2:9). Allah mengizinkan hal itu terjadi untuk menguji apakah seseorang sungguh-sungguh mengasihi Dia (Ulangan 13:3). Iman seseorang kepada Allah teruji saat ia memilih untuk taat kepada Allah dalam segala situasi. Saat di hadapan kita dibentangkan perbuatan-perbuatan ajaib, namun orang yang melakukannya mengajak kita untuk berpaling dari Allah, saat itulah iman kita benar-benar diuji. Ketaatan kepada firman Tuhan merupakan bukti utama dari iman seseorang. Orang Kristen yang sungguh-sungguh percaya kepada Allah adalah orang yang lebih mengutamakan firman-Nya dibandingkan semua hal lain. Ia akan menilai seorang hamba Tuhan bukan berdasarkan mujizat yang dilakukan hamba Tuhan itu, tetapi berdasarkan pesan yang disampaikannya. Orang Kristen yang sungguh-sungguh memercayai Allah pasti mengetahui bahwa hamba Tuhan yang benar tidak akan menyelewengkan firman Allah! [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design