Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Januari   »   

Tempat Ibadah

Kamis, 16 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 12:1-28

Mengapa Tuhan Allah meminta orang Israel untuk beribadah di tempat yang Ia tentukan (12:5)? Apakah "tempat" memegang peranan utama dalam ibadah kepada Allah? Bukankah Tuhan Yesus mengajarkan bahwa tempat bukan yang utama dalam ibadah, melainkan sikap hati? (Bandingkan dengan Yohanes 4:21-24). Apakah perintah Tuhan Allah berbeda dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus? Tentu tidak! Allah memiliki alasan mengapa Ia memerintahkan orang Israel untuk beribadah di tempat yang Ia tentukan.

Alasan Pertama, Allah tidak ingin orang Israel menyembah Dia dengan mengikuti cara-cara yang dipakai oleh orang-orang Kanaan atau orang-orang di sekitar mereka pada waktu itu. Menurut seorang penafsir, orang-orang kuno memiliki kesulitan untuk membangun tempat ibadah karena mereka terbatas dalam banyak hal. Oleh karena itu, mereka memiliki kebiasaan untuk memakai tempat ibadah yang ditinggalkan oleh penganutnya. Orang-orang meninggalkan tempat ibadah karena mereka pindah, kalah perang, dan sebagainya. Kuil-kuil, bangunan-bangunan tertentu yang dulunya dipakai untuk menyembah dewa-dewi tertentu, langsung dipakai saja oleh penduduk yang baru untuk menyembah dewa-dewi yang baru. Allah tidak ingin orang Israel melakukan kebiasaan seperti itu, sehingga Ia memerintahkan mereka untuk mengancurkan sama sekali bangunan atau kuil bekas serta mezbah-mezbah penyembahan. Memakai bangunan atau kuil bekas tempat penyembahan dewa-dewa lain merupakan bentuk penistaan terhadap Allah Pencipta Yang Mahabesar.

Alasan kedua, Allah tidak ingin ibadah dilakukan menurut apa yang dipandang benar oleh orang Israel (12:8). Ia tidak mau orang Israel menyembah Dia sesuai dengan kemauan hati mereka karena setiap orang memiliki kemauan dan cara pandang sendiri. Setiap orang beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan adalah yang paling benar. Mereka dapat berbuat sesuka hati di dalam hal ibadah kepada Allah. Oleh karena itu, Allah memberikan ketentuan dan ketetapan, agar mereka beribadah kepada-Nya sesuai dengan apa yang Allah pandang benar. Fokus ibadah adalah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita! Saat beribadah, apakah Anda mau mengikuti aturan seperti tidak datang terlambat serta tidak mengobrol atau main HP ketika ibadah berlangsung? [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design