Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   November   »   

Pembelaan Ilahi

Selasa, 12 November 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Bilangan 12

Harun dan Miryam meragukan kepemimpinan tunggal Musa. Pernyataan "sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja?" (12:2) mengungkapkan keraguan terhadap penunjukan Tuhan terhadap Musa sebagai pemimpin bangsa Israel. Keraguaan ini muncul setelah Musa mengambil (menikahi) perempuan Kusy. Orang Kusy tidak termasuk dalam suku Israel. Kusy adalah suku yang tidak mengenal Tuhan. Akan tetapi, apakah alasan tersebut dapat diterima? Bila alasan itu dapat diterima, Tuhan pasti membela Harun dan Miryam, sehingga Musalah yang dihukum. Akan tetapi, ternyata Tuhan justru membela Musa dengan mengatakan bahwa Musa bukan hanya sekadar seorang nabi biasa (12:6), Musa adalah seorang hamba Tuhan yang setia dan yang diberi hak istimewa untuk berjumpa dengan Tuhan secara langsung (12:7-8). Inilah pembelaan Ilahi terhadap Musa. Perhatikan bahwa Musa tidak membela dirinya di hadapan Tuhan, tetapi dia setia mendengar apa yang dikemukakan oleh TUHAN. Sikap Musa menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang sangat lembut hatinya, melebihi setiap manusia yang hidup (12:3).

Pembelaan Ilahi ini membuahkan keputusan bagi si pendakwa, yaitu bahwa kemudian Miryam ditimpa oleh penyakit kusta—suatu penyakit yang dianggap kotor dan najis pada masa itu. Miryam mengalami kondisi titik terendah yang harus diterimanya sebagai hukuman dari TUHAN. Tindakan Miryam yang melawan Musa sangat menyedihkan karena Miryam adalah kakak kandung Musa. Miryam—yang seharusnya membela adiknya—justru bertindak jahat terhadap Musa sehingga TUHAN menghukum dia.

Pembelaan Ilahi adalah hak Tuhan yang tidak tergantung pada kondisi kita atau pada permohonan kita. Kita harus tetap mempercayai bahwa Tuhan tidak akan membiarkan orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya direndahkan, difitnah, atau ditindas oleh orang yang bermaksud jahat terhadap dirinya. Walaupun kita tidak meminta Tuhan membela kita, sangatlah mungkin bahwa Tuhan bertindak membela kita. Akan tetapi, bisa juga Tuhan membela kita sesudah kita berseru memohon pertolongan-Nya. Sebagai Penguasa hidup kita, Tuhan bertindak menurut kehendak-Nya sendiri. Jangan putus asa! Tetaplah menanti pembelaan Tuhan! [GI Roni Tan]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design