Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   September   »   

Mengasihi Sesama

Sabtu, 21 September 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Imamat 19

Dalam kekristenan, mengasihi Allah dan mengasihi sesama itu saling berkaitan. Bila kita sungguh-sungguh mengasihi Allah, kita pasti mengasihi sesama. Tidak mungkin kita benar-benar mengasihi Allah bila kita tidak mengasihi sesama. Iman bukanlah sekadar relasi dengan Allah dalam ruang tertutup. Bila kita sungguh-sungguh beriman kepada Allah, maka kita akan meniru cara pandang Allah dalam memandang segala sesuatu dalam kehidupan ini. Sewajarnyalah bila kita mengasihi sesama karena Allah mengasihi manusia. Standar kita dalam mengasihi Allah adalah sikap kita terhadap diri sendiri (19:18). Kita akan berbuat baik kepada sesama sebagaimana kita akan berusaha melakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri. Bila kita tidak bisa mempedulikan (mengasihi) diri sendiri, mungkin hal itu disebabkan karena kita kurang memahami kasih Allah terhadap diri kita. Bila kita telah menerima kasih Allah, sudah sewajarnya bila kasih itu tersalur kepada orang lain.

Hukum-hukum Allah yang harus ditaati umat Israel itu mencakup lingkup yang amat luas. Perintah untuk menghormati orang tua, perintah memelihara hari Sabat, larangan membuat patung untuk disembah, serta larangan mencuri dan berdusta merupakan pengulangan dari sepuluh hukum (19:3-4,11-12,30). Larangan menabur dengan dua jenis benih dan memakai pakaian dari dua jenis bahan (19:19) merupakan hukum-hukum yang sulit dimengerti dan sudah tidak tepat bila diterapkan pada masa kini. Sekalipun demikian, sebagian besar hukum-hukum ini bersifat amat praktis, walaupun perlu penyesuaian saat hendak diterapkan pada masa kini. Saat panen, orang Israel harus dengan sengaja tidak memanen sampai habis, melainkan menyisakan hasil panen untuk orang miskin (19:9-10). Menyisakan hasil panen itu juga akan menolong para pendatang yang memerlukan bantuan (19:33-34). Terhadap orang kecil, orang Israel dilarang memeras, merampas, dan menahan upah (19:11-13). Sikap memikirkan kepentingan orang kecil seperti ini harus diperhatikan oleh para majikan atau orang kaya yang mempekerjakan orang lain pada masa kini. Para hakim harus berlaku adil (19:35-36): Membela orang miskin secara tidak wajar maupun membela orang kaya (orang besar) harus dihindari (19:15). Terhadap sesama yang bersalah, orang Israel tidak boleh membenci, membalas, atau mendendam, melainkan wajib menegor atau mengingatkan (19:17-18). [GI Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design