Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Juli   »   

Menghargai Allah

Rabu, 17 Juli 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 22:28-31

Ada dua macam alasan yang membuat seseorang menghargai Allah, yaitu kesadaran bahwa Allah memang harus dihargai dan keinginan memperoleh berkat dari Allah. Orang yang menghargai Allah karena kesadaran akan menghargai tanpa syarat. Akan tetapi orang yang menghargai Allah untuk mendapat berkat akan kehilangan penghargaan saat merasa tidak mendapatkan berkat atau keinginannya tidak terpenuhi. Orang jenis kedua (yaitu orang yang menghargai Allah agar mendapat berkat) akan sangat kecewa saat mengalami kemalangan, dan selanjutnya akan kehilangan gairah dalam beribadah, bahkan ada yang kemudian mengutuki Allah (berkata jelek tentang Allah). Contoh yang jelas terlihat dalam Alkitab adalah sikap istri Ayub. Saat Ayub kehilangan anak-anak dan harta bendanya, Ayub masih bisa mempertahankan imannya. Akan tetapi, istri Ayub tidak tahan dan berkata kepada suaminya, "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Jelaslah bahwa penghargaan istri Ayub terhadap Allah ditentukan oleh kondisi. Setelah kehilangan anak-anak dan hartanya, dia merasa tidak ada lagi gunanya beribadah kepada Allah, sehingga ia menganjurkan suaminya untuk mengutuki Allah.

Penghargaan terhadap Allah tercermin melalui dua hal: Pertama, penghargaan terhadap Allah terlihat dari penghargaan terhadap para pemimpin yang ditetapkan Allah (pemerintah, orang tua, guru, dan para pemimpin lainnya). Orang yang tidak bisa menghargai para pemimpin yang kelihatan pasti sulit menghargai Allah yang tidak kelihatan. Dalam surat Roma, Rasul Paulus menegaskan bahwa orang Kristen harus menghargai para pemimpin negara (pemerintah) karena keberadaan para pemimpin itu ditetapkan (seizin) Allah (Roma 13:1-2). Orang Kristen juga harus menghormati (menghargai, menaati) orang tuanya (Kolose 3:20; Keluaran 20:12). Kedua, penghargaan terhadap Allah terlihat dari kesetiaan memberi persembahan kepada Allah. Saat kita memberi persembahan, kita menempatkan Allah dalam posisi yang lebih terhormat dan lebih penting daripada diri kita. Bila kita sangat menghargai Allah, kita tidak akan bersikap "hitung-hitungan" terhadap Allah. Bila kita hanya bersedia mempersembahkan "uang kecil" kepada Allah, jelas bahwa kita tidak menghargai Allah. Apakah Anda sudah menghargai Allah secara semestinya? [GI. Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design