Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Mei   »   

Tim Pemimpin

Senin, 20 Mei 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 17:8-18:27

Walaupun Musa adalah pemimpin tertinggi bangsa Israel, dia memerlukan orang lain untuk membantunya melaksanakan tanggung jawab memimpin bangsa Israel. Bila dia melakukan segala sesuatu sendirian, dia akan menjadi sangat kelelahan karena yang harus dia kerjakan sangat banyak. Orang Israel yang menunggu giliran untuk menghadap Musa pun menjadi kelelahan karena antrian orang yang meminta penyelesaian masalah akan menjadi sangat panjang. Kesibukan Musa yang luar biasa itulah yang membuat Yitro┬Śmertua Musa yang baru datang berkunjung┬Śmemberi saran agar Musa membentuk tim pemimpin yang akan membantunya menyelesaikan masalah-masalah yang muncul di antara bangsa Israel. Yitro menyarankan agar Musa membentuk tim kepemimpinan yang berjenjang (pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orang, 18:21). Para pemimpin tersebut bertugas untuk mengatasi masalah yang muncul di dalam kelompok orang-orang yang berada di bawah pengawasan mereka, dan mereka harus membawa masalah yang besar atau sulit dipecahkan kepada Musa. Dengan demikian, tugas Musa menjadi tidak terlalu berat.

Pentingnya tim sudah terlihat saat terjadi peperangan antara bangsa Israel dengan bangsa Amalek (17:8-16). Yosua bertugas sebagai panglima yang memimpin bangsa Israel dalam berperang melawan bangsa Amalek. Sementara itu, Musa mengawasi dari puncak bukit sambil memegang tongkat. Bila Musa mengangkat tongkatnya, bangsa Israel semakin kuat mendesak musuhnya. Sebaliknya, bila Musa menurunkan tongkatnya, bangsa Israel akan terdesak. Oleh karena itu, Harun dan Hur membantu Musa memegang tongkat. Jelaslah bahwa dalam hal ini, mengangkat tongkat merupakan ungkapan sikap berharap (bergantung) kepada pertolongan Allah.

Kisah yang kita baca dalam bacaan Alkitab hari ini menunjukkan bahwa dalam pelayanan rohani pun perlu dibentuk tim pemimpin. Pemimpin harus bersedia mendelegasikan tugasnya kepada para anggota tim tersebut. Sebaliknya, setiap anggota tim harus menyadari batas-batas tugas dan wewenangnya. Apakah Anda telah terbiasa untuk bekerja sama dalam sebuah tim? Saat Anda menjadi anggota tim, apakah Anda menyadari batas-batas tugas dan wewenang Anda? [P]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design