Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Mei   »   

Berbakti Hanya Kepada Allah

Sabtu, 11 Mei 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 7:14-8:32

Dalam bacaan Alkitab kemarin, telah diungkapkan bahwa Allah ingin agar bangsa Israel mengenal-Nya sebagai TUHAN, atau sebagai Allah yang mengikatkan diri-Nya dengan umat-Nya dalam hubungan perjanjian (6:3). Melalui bacaan Alkitab hari ini, kita mengetahui bahwa Allah menghendaki agar Firaun mengakui kuasa Allah atas Tanah Mesir (7:17, 8:22). Perlu dipahami bahwa bangsa Mesir menyembah banyak dewa, misalnya Hapi atau Apis (dewa Sungai Nil) dan Isis (dewi Sungai Nil). Tulah pertama (7:14-25) dimaksudkan untuk menyatakan bahwa Allah lebih besar daripada dewa dan dewi Sungai Nil itu. Bangsa Mesir juga menyembah Heqet, dewi kelahiran yang digambarkan memiliki kepala berbentuk seekor katak. Tulah kedua (8:1-15), yaitu katak yang memenuhi tanah Mesir ditujukan untuk menyingkapkan bahwa Allah lebih berkuasa daripada dewi Heqet. Bangsa Mesir juga menyembah Set, dewa badai di padang gurun. Akan tetapi, melalui tulah ketiga (8:16-19), para ahli yang menjadi pegawai Firaun mengakui bahwa Allah ialah TUHAN yang sejati (8:19). Sekalipun demikian, Firaun tetap mengeraskan hati dan tidak mau mengakui kebesaran Allah. Geb atau Seb adalah dewa bumi yang dipuja oleh Bangsa Mesir. Dewa inilah yang dinyatakan takluk di bawah kedaulatan Allah melalui tulah yang keempat (8:20-32).

Melalui keempat tulah yang pertama, Allah memperlihatkan kuasa-Nya yang besar yang mengungkapkan bahwa Dialah Allah sejati yang harus ditakuti oleh seluruh bumi. Di zaman Musa, Firaun dan seluruh penduduk Mesir memuja berbagai macam dewa. Akan tetapi, di zaman modern ini, illah yang disembah manusia berbeda. Misalnya, manusia yang menempatkan harta dan kedudukan sebagai yang paling utama (sehingga rela melakukan apa saja agar memperoleh harta atau kedudukan dengan tidak memedulikan keberadaan Allah) telah membuat harta dan kedudukan sebagai ilah. Contoh lain, manusia yang menggunakan sains untuk menghakimi (bukan untuk lebih memahami) Alkitab juga telah menjadikan sains sebagai ilah.

Keempat tulah di Mesir merupakan sebuah kesaksian yang sangat berharga bahwa Allah sajalah yang semestinya disembah. Firaun mengalami kerugian yang besar karena ia mengeraskan hati. Perhatikanlah nasihat Tuhan Yesus agar kita menyembah dan berbakti hanya kepada Tuhan Allah saja (Matius 4:10). [ECW]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design