Yehezkiel 19

TUHAN, Hakim yang Adil (1)

20 Juni 2022
Pdt. Sumito Sung

Nubuat pada pasal ini menunjukkan bahwa tidak ada lagi penguasa yang tersisa di Yehuda yang dapat mengembalikan bangsa itu ke kejayaannya. Orang-orang buangan berharap bahwa keturunan Raja Daud akan menaklukkan Kerajaan Babel dan memulihkan kedaulatan Israel. Inilah harapan terakhir mereka. Akan tetapi, nubuat terakhir di kitab ini menunjukkan bahwa harapan itu sia-sia. Nubuat ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama (19:1-9) memakai sosok singa dan anak-anaknya untuk menggambarkan garis keturunan Raja Daud. Bagian kedua (19:10-14) memakai sosok pohon anggur untuk menggambarkan Kerajaan Yehuda, termasuk cabang atau raja terakhirnya yang kuat.

Nabi Yehezkiel menggambarkan raja-raja Yehuda sebagai seekor singa betina. Singa betina ini bertanggung jawab untuk menghasilkan dan memelihara anak singa muda. Salah satu anak singa tumbuh besar dan akhirnya merobek mangsanya serta melukai orang-orang. Akan tetapi, dia tertangkap lalu dibawa sebagai tawanan ke Mesir (19:3-4). Inilah gambaran nasib Raja Yoahas yang melakukan kejahatan dengan menindas orang-orang di kerajaannya sendiri secara tidak adil (2 Raja-raja 23:31-34). Kemudian, singa betina--gambaran Firaun Nekho--mengambil keturunan Yosia yang lain dan menjadikannya sebagai raja. Dia mendapatkan posisi di antara para penguasa lain di daerah itu, lalu menjadi kejam dan merusak. Tetangganya menjebak singa ini dan membawanya sebagai tawanan ke Babel. Inilah gambaran nasib Raja Yoyakhin (2 Raja-raja 24:8-16)

Nabi Yehezkiel kemudian menggambarkan sosok dinasti Raja Daud menjadi pohon anggur yang subur. Pohon anggur ini berbuah dan berkembang karena TUHAN memberikan anugerahnya. Namun, pokok anggur ini tercabut dalam kemarahan, diinjak-injak, lalu dipotong buahnya. Rantingnya yang kuat--yang merupakan gambaran tentang Raja Zedekia--dipotong sehingga layu dan terbakar. Inilah gambaran tentang masa depan Raja Zedekia. Ketiga raja terakhir ini melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Kejatuhan Kerajaan Yehuda sudah pasti. Yang bisa dilakukan oleh orang-orang buangan hanyalah meratapi penghukuman Allah. Apa kesan Anda terhadap masa akhir sejarah Kerajaan Yehuda ini? Apakah pelajaran rohani yang Anda dapatkan dari kisah sejarah yang menyedihkan ini? Apakah yang Anda pelajari tentang karakter TUHAN dalam kisah sejarah Kerajaan Yehuda ini?

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia.
2. Guru-guru Kristen di Sekolah Negeri.
3. Komisi Kaleb di GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design